Recent post
Showing posts with label Dialektika budaya. Show all posts
Apasi bahagia
Bahagia seperti menurut Aristoteles " adalah sesuatu yang bergantung pada dirikita sendiri " seperti napsu ataupun keinginan yang tercapai atau selaras.
Apa setandarisasi dari bahagia itu ?
Bahagia akan tercapai saat seseorang atau orang itu bisa menikmatihidupnya bukan karna paksaan ataupun lainnya.
Saat kita memiliki kekurangan ataupun keterbatasan kita masih dapat bahagia karna bahagia bukan saat kita sempurna ataupun kelebihan, karna manusia tidaakan berpusat saat dia sudah di ciptakan oleh allah atau mendapat apapun pemberiannya.
Napsu keinginan keterpuasan apakah kebahagiaan ?
Apakah hal negatif bukan bagian dari bahagia
Majenang- 27 September 2019, Komisariat PMII Sufyan Tsauri Majenang Mengadakan Dialektika Budaya di Pendopo Kecamatan Majenang yang bertemakan (Subtantif Sikap Mahasiswa Dalam Situasi Indonesia Saat Ini) dan di pantik oleh anggota DPRD Kab. Cilacap Komisi D, Bapak Didi Yudi Cahyadi dan Ketua PAC GP Ansor Cimanggu, Acara Dialektika Budaya Seharusnya mulai pukul 19 : 30 namun mulurnya acara dialektika hingga pukul 21 : 00 karna terkendala salahsatu pemantik yauitu Bapak DPRD harus mengikuti rapat terlebih dahulu.
Terbawa suasananya Dialektika, hingga sambutan dari Bapak Didi Yudi Cahyadi menjadi forum diskusi 1 Jm 20 Menit namun kembali kondusif seperti manual acara oleh moderator Junaidi Martofani (Ketua Kaderisasi PMII Sufyan Tsauri Majenang). "Saya sangat senang bahkan menunggu masukan dari mahasiswa selama ini bahkan saya ingin yang di undang dalam dalam acara seperti ini bukan hanya saya tapi juga rektor - rektor dan orang dinas lainnya" Kata pembuka yang di katakan Bapak Didi Yudi Cahyadi.
Banyaknya masukan untuk mahasiswa dalam dialektika malam sabtu ini dimana rakyat dan terutama mahasiswa ikut seta dalam menggawal kebijakan dan kinerja pemerintah karna pemerintah juga tida luput dari kesalahan seperti kata yang terlontar sebelum acara di tutup " kami tidak masalah di demo ataupun di ajak audensi oleh mahasiswa asal terstruktur dan kondusif" kata dari Bapak Didi Yudi Cahyadi dalam menanggapi pertayaan dari peserta dialektika.
Sebelum acara di tutup 01 : 45 September 2019 di adakannya doa bersama untuk mendoakan aktifis PMII sebagai solidaritas dan mendoakan sesama yang kembali kerahmatuloh karna terkena tembakan aparatur daerah Kendari Sulawesi Tenggara sahabat Randi dan Yusuf saat aksi demo di depan kantor DPRD Kendari.
Belajar Gaharus Mewah
Jangan takut sebelum mencoba
Dialektika Budaya- Coretan 12
13/09/2019 19:30 Alun- alun Majenang
Indahnya Dalam Kegelapan
Keindahan yang kemungkinan tasemua orang dapat rasakan disaat menikmati hidup dalam kemewahan dan kemanjaan yang di tawarkan oleh dunia fana.
kegelapan dalam hati maupun kegelapan dalam kehidupan bagai malam yang terbitlah terang keterpurukan tidaakan pernah selesai jika bukan kita yang ahiri.
menurut apa yang pernah di katakan Kalrmak seorang filsuf dari jerman dalam bukunya manusia menurut Kalrmak " Manusia adalah Aktor dan juga Sutradara" jadi jika manusia ingin bahagia bahagialah jika manusia ingin pintar maka pintarlah jika manusia ingin bahagia tapi selalu meratapi nasip akan kekurangan maka seperti ingin kebulan dengan sayap sendiri hal yang tak mungkin terjadi.
inti dari malam ini kegelapan akan tetetap menyenangkan dan nikmat selama manusianya bisa menikmatinya karna takdir juga dapat di tentukan oleh manusia.
keluarlah dari zona nyaman dimana keindahan semu yang hanya kau nikmati sendiri dengan lupa kenikmatan saat berbagi dan saling perduli bahkan kenikmatan dari hal- hal yang mungkin belum pernah di lakukan.
hal yang di anggap buruk oleh orang dari fisik atau indra manusia maka kemungkinan besar kita sudah zolim dan mendahulukan takdir, preman bertato belum tentu lebih buruk daripada kiai bersurban kana semua tergantung person dari seseorang.
baik atau buruk, gelap atau terang tergantung sikap, sudutpandang dan lain sebagainya dalam menilai satu keadaan dan menjalani satu kehidupan.
STMIK Komputama Majenang-menumbuhkan kembali jiwa militan terhadap organisasi
menyadari akan setiap kekurangan militan dalam diri setiap anggota dan kader adalah salah satu problem masalah yang paling sering di temui dalam suatu organisasi.
sifat malas dari anggota maupun kader adalah hilangnya militan dalam dirinya untuk dapat bangkit dalam membangun militan kita harus tau apa itu militan sebenarnya dan apa penyebab dari militan itu hilang.
militan adalah keteguhan dalam pendirian
sehingga militansi adalah cara untuk menumbuhkan keteguhan dalam berpendirian.
kerapkali pendirian dari setiap anggota maupun kader lupa akan tujuan dan keinginan masuk dalam organisasi, gembosnya anggota maupun kader dalam organisasi kerapkali karna kurangnya motifasi maupun tujuan untuk menjadi penyemangat dalam berorganisasi. salahsatu cara untuk menumbuhkan motifasi atau tujuan dalam ber organisasi adalah dengan melihat tipologi dari anggota atau kader dan memberikan pendekatan dan motifasi maupun tujuan berkaitan dengan tipologi ataupun kesenangannya.
tapi kerap kali anggota ataupun kader terlena dalam tujuan pribadi hingga melupakan tujuan dari organisasi itu sendiri, untuk mengantisipasi halitu haruslah menyamakan tujuan pribadi menuju tujuan organisasi atau mengimbangi agar tetap termotifasi.
mudah atau tidak tergantung diri mereka dan externalnya.
harapan dari setiap organisasi adalah memiliki anggota dan kader yang militan untuk memajukan dan mencapai tujuan dari organisasinya.
menyadari akan setiap kekurangan militan dalam diri setiap anggota dan kader adalah salah satu problem masalah yang paling sering di temui dalam suatu organisasi.
sifat malas dari anggota maupun kader adalah hilangnya militan dalam dirinya untuk dapat bangkit dalam membangun militan kita harus tau apa itu militan sebenarnya dan apa penyebab dari militan itu hilang.
militan adalah keteguhan dalam pendirian
sehingga militansi adalah cara untuk menumbuhkan keteguhan dalam berpendirian.
kerapkali pendirian dari setiap anggota maupun kader lupa akan tujuan dan keinginan masuk dalam organisasi, gembosnya anggota maupun kader dalam organisasi kerapkali karna kurangnya motifasi maupun tujuan untuk menjadi penyemangat dalam berorganisasi. salahsatu cara untuk menumbuhkan motifasi atau tujuan dalam ber organisasi adalah dengan melihat tipologi dari anggota atau kader dan memberikan pendekatan dan motifasi maupun tujuan berkaitan dengan tipologi ataupun kesenangannya.
tapi kerap kali anggota ataupun kader terlena dalam tujuan pribadi hingga melupakan tujuan dari organisasi itu sendiri, untuk mengantisipasi halitu haruslah menyamakan tujuan pribadi menuju tujuan organisasi atau mengimbangi agar tetap termotifasi.
mudah atau tidak tergantung diri mereka dan externalnya.
harapan dari setiap organisasi adalah memiliki anggota dan kader yang militan untuk memajukan dan mencapai tujuan dari organisasinya.
Cotetan 9 Kemunduran Militan dalam ber-Organisasi
GANTI HALAMA








